Perangi Malaysia, Tujukkan Kepentingan Nasional di Atas Kepentingan Yang Lain
![]() |
Post Page Rank |
Kang Kombor sudah muak dengan Malaysia yang bermuka dua, mulut dan tindakannya tidak sama. Di arena diplomasi, lidah Melayunya (maaf untuk yang Melayu) fasih mengucapkan kalimat-kalimat manis, anti kekerasan dan penuh persahabatan seolah-olah Malaysia adalah sebuah negara yang cinta damai. Akan tetapi, dalam tindakannya, Malaysia itu seperti menggunakan taktik-taktik yang dipakai oleh PKI (di SMA dulu diajari taktik-taktik PKI, ini sebagian yang keingat saja) seperti menusuk dari belakang dan mengkhianati kawan seperjalanan. Malaysia lebih berbahaya dari Amerika Serikat yang sangat bisa dibaca. Lebih berbahaya dari Israel yang hanya bisa menguasai Amerika Serikat. Mari perangi Malaysia dan kita tunjukkan bahwa kita ini adalah bangsa yang kuat dan bermartabat.
Sipadan dan Ligitan diambil, Blok Ambalat diincar
Kepala siapa yang bisa lupa bahwa Malaysia telah mengambil Sipadan dan Ligitan dari wilayah kita. Kang Kombor nyatakan, hanya kepala-kepala pengkhianat bangsa saja yang dapat melupakannya. Orang Indonesia yang tidak sakit dengan kenyataan itu wajib ditanyakan nasionalismenya. Wajib ditanyakan kecintaannya kepada tanah tumpah darah yang namanya Nusantara. Wajib diusir agar menjadi tukang menjelek-jelekkan bangsa dari luar negeri. (Catatan: Jadi orang kok beraninya hanya menjelek-jelekkan bangsa sendiri dari luar negeri. Ngomonglah di dalam negeri kalau memang berani).
Dalam kasus Sipadan - Ligitan dulu, entah siapa yang bodoh, kita ini memiliki maksud baik bahwa kedua pulau itu masih berada dalam wilayah sengketa sehingga kita tidak mengeksploitasinya. Wilayah yang berada dalam sengketa harus dibiarkan seperti apa adanya sampai jelas statusnya. Akan tetapi, ternyata hal itu yang menjadi faktor kekalahan kita di pengadilan internasional. Malaysia menang telak dengan teori effective occupation (maaf kalau salah, tolong dibenerin) yang digunakan untuk mempertunjukkan bahwa kedua pulau itu adalah miliknya. Malaysia memang membangun resor di Sipadan dan Ligitan, menjualnya sebagai obyek wisata. Hal itu dinilai sebagai bukti bahwa memang Malaysia-lah yang memiliki kedua pulau itu. Bukti-bukti sejarah yang diajukan Indonesia tidak dipandang oleh para hakim pengadilan internasional itu. Entahlah, mungkin Malaysia tidak seperti Indonesia yang memandang bahwa para pengadil itu harus independen dan tidak boleh dipengaruhi. Mungkin saja Malaysia melalui jalur diplomasi politik dan diplomasi duitnya mempengaruhi para pengadil itu. Yang pasti, kita kalah telak dan tidak bisa berbuat apa-apa. Dua pulau telah lepas dari wilayah Indonesia.
Tidak cukup puas dengan mendapatkan Sipadan dan Ligitan, Malaysia yang kemaruk masih mengincar blok Ambalat. Tentu kita masih ingat tragedi senggolan KRI kita dengan kapal pengganggu dari AL Tentara Diraja Malaysia. Tahun ini pun, kapal dan pesawat Malaysia sudah ratusan kali memprovokasi permusuhan dengan melanggar batas wilayah perariran kita. Sikap kita sangat lunak, hanya memperingati dan mengusir mereka kembali. Hmm… sikap yang sangat-sangat lunak. Sudah seharusnya kapal-kapal Malaysia itu ditenggelamkan dan pesawat-pesawatnya ditembak jatuh karena bukan sekali dua kali melainkan ratusan kali mereka melanggar batas wilayah. Kang Kombor yakin, sebenarnya kita bukannya hanya ingin menyikapi seperti itu melainkan bahwa sebenarnya karena kapal-kapal dan pesawat-pesawat kita tidak memiliki sistem persenjataan yang memadai untuk melakukan konfrontasi langsung. Tentara kita tidak memiliki sistem persenjataan yang memadai karena manusia-manusia kotor berpikiran picik di Indonesia yang selalu mengatakan bahwa anggaran pertahanan kita terlalu besar, padahal, anggaran pertahanan kita terlalu kecil dibandingkan dengan luasnya wilayah yang harus kita pertahankan dan jumlah penduduk yang harus kita lindungi. Sudah anggarannya kecil, pejabat-pejabat TNI dan Departemen Pertahanan masih tega mengkorupsinya. Kroni penguasa tega memberikan harga pesawat tanpa senjata lebih mahal dari pesawat dengan sistem senjata lengkap.
Malaysia sudah menjual Blok Ambalat yang kaya minyak kepada kontraktor asing. Kita tidak boleh kecolongan dua kali. Sebaiknya, selain membangun Mercusuar di Ambalat, kita juga harus menempatkan Satu Brigade Marinir di Ambalat. Minimal, kita membangun sebuah pangkalan di Ambalat sebagai bagian dari Armatim. Kita juga harus segera merancang kontrak karya untuk mengeksplorasi minyak di Ambalat kepada perusahaan minyak. Tugasi Pertamina untuk mengeksplorasi Minyak di sana dengan dukungan APBN. Hal itu akan lebih bermakna daripada membiarkan Blok Ambalat dikuasai Malaysia.
Tentu saja, diplomasi kita yang lemah harus direvolusi agar berubah menjadi bagus. Diplomat-diplomat yang lemah harus diganti dengan diplomat-diplomat yang berkualitas. Rekrut saja teman saya yang sudah jadi diplomat ini. Diplomasi kita harus seperti diplomasi Malaysia. Tidak apa-apa dikopi-pas. Toh dulu untuk membangun Petronas dan memajukan pendidikan di sana, Malaysia mengkopi-pasnya juga dari kita.
Sejalan dengan diplomasi mulut manis yang selalu kita lakukan, kita juga harus mulai membalas tindakan Malaysia. Jangan hanya Malaysia saja yang bisa melanggar perbatasan. TNI-AL juga harus memiliki keberanian untuk memprovokasi Malaysia. Tidak apa-apa kapal yang kalah moderen dan kalah senjata tenggelam, itu bisa kita jadikan sebab untuk mendeklarasikan perang secara lebih terbuka kepada Malaysia.
Kita ini memang bangsa rendah
Sebelum melakukan langkah-langkah di atas, ada satu hal pokok yang harus kita akui bersama, yaitu bahwa kita ini adalah bangsa rendah. Fakta-fakta di bawah ini menunjukkan bahwa kita ini bangsa rendah dan fakta itu harus dikoreksi secara total:
- Pemerintah kita lebih suka mengirim wanita-wanita kita menjadi babu di Malaysia daripada memberdayakannya menjadi wanita-wanita mandiri. Kita punya Kementerian Pemberdayaan Perempuan tetapi sepanjang kementerian itu berdiri wanita-wanita kita tidak semakin berdaya melainkan semakin diperdaya. Bukan diberdayakan melainkan diperdayakan.
- Pemerintah kita lebih suka mengirim pria-pria kita menjadi buruh-buruh di kebun kelapa sawit di Malaysia dan menjadi buruh bangunan di Malaysia daripada menjadikannya buruh kebun sawit di negeri sendiri dan buruh bangunan di negeri sendiri. Alih-alih menciptakan lapangan kerja di republik ini, pemerintah lebih suka menjadikan mereka sebagai pahlawan devisa, bersama dengan wanita-wanita yang dikirim jadi babu di luar negeri, para pahlawan devisa ini harus menderita berkepanjangan. Mau berangkat ke luar negeri diperas PJTKI, bekerja di luar negeri gaji tidak sesuai yang dijanjikan, pulang ke Indonesia diperas bajingan-bajingan tak berperikemanusiaan di Terminal II Bandara Soekarno - Hatta. Saat ini, kalau masih ada pemerasan, salahkan Depnakertrans karena Terminal II itu khusus dikelola oleh Depnakertrans.
- Pemerintah kita lebih suka anak-anak kita sekolah di Malaysia dan setelah lulus bekerja di Malaysaia untuk menjadi pegawai yang memajukan perekonomian Malaysia daripada memajukan sekolah-sekolah dan perguruan tinggi di negeri sendiri dan menyiapkan generasi-generasi penerus yang siap melanjutkan kesinambungan pembangunan. Lihat saja sekolah-sekolah dan perguruan-perguruan tinggi Malaysia selalu berburu murid dan mahasiswa di Indonesia melalui iklan-iklannya di koran-koran kita. Anak-anak dari sebagian Sumatera yang bebas fiskal untuk menyeberang ke Malaysia banyak yang lebih memilih sekolah di Malaysia daripada sekolah di Pulau Jawa. Mengapa pula harus sekolah dan kuliah di Pulau Jawa? Sekolah-sekolah dan Perguruan Tinggi bermutu harus ada pula di pulau-pulau lain agar anak-anak kita bisa kita pertahankan untuk tetap berada di Indonesia sehingga bila tiba masanya mereka bisa menjadi agen perubahan atau agen penerus pembangunan. Catatan: Selain Malaysia, Singapura pun juga begitu. Banyak anak-anak kita yang betah bekerja di Singapura dan tanpa sadar membantu memajukan perekonomian Singapura. Singapura hanya bisa berburu tenaga-tenaga penerus pembangunan dari negara-negara tetangganya karena saat ini komposisi penduduknya merupakan komposisi penduduk tua dengan pertumbuhan penduduk yang nyaris negatif. Manusia-manusia gaek Singapura hanya bisa ditopang oleh tenaga-tenaga terampil bergaji rendah dari Indonesia dan negara-negara tetangga lainnya.
- Pemerintah kita lebih suka guru-guru dan dosen-dosen berkualitas kita menjadi pengajar di Malaysia dan membantu mencerdaskan bangsa Malaysia daripada meningkatkan kesejahteraan mereka sehingga mereka bisa tetap mempertahankan idealisme sembari bisa tetap hidup secara layak di Indonesia. Saat ini sudah banyak guru dan dosen dari Indonesia yang mengajar di Malaysia. Pemerintah kita yang meneruskan tradisi kolonial Belanda memang tidak bersungguh-sungguh ingin mencerdaskan kehidupan bangsa sehingga guru dan dosen cukup diberi gaji tak layak supaya tidak bisa berfokus pada pekerjaan dan peningkatan kompentensi mereka. Setelah mengajar, guru sengaja didesain untuk tidak punya waktu untuk meningkatkan kompetensi melalui continuous learning dan menulis. Guru dipaksa mengurus kebun atau sawah setelah mengajar. Kalau tidak, mereka dipaksa menjadi Tukang Ojek. Lain guru lain dosen. Dosen kita didesain untuk selalu main proyek daripada melakukan penelitian. Dan, itulah yang kita hadapi sehari-hari, guru narik ojek dan dosen selalu main proyek.
Fakta-fakta di atas harus segera diakhiri dan diubah. Kita tidak mungkin akan berubah menjadi bangsa yang bermartabat kalau apa-apa yang ada di atas itu tetap kita pertahankan sebagai sebuah kebanggaan.
Konsekuensi
Dalam kerangka negara, kepentingan nasional kita harus kita letakkan di atas kepentingan-kepentingan yang lain. Tidak boleh ada suatu pemerintahan di muka bumi ini yang mengambil keputusan yang berakibat pada kerugian terhadap kepentingan nasional. Misalnya, memberikan Blok Cepu pada Exxon adalah tindakan yang tidak boleh dilakukan. Dalam hal ini, penentu kebijakan telah menempatkan kepentingan kapitalis asing pemilik modal dan antek-anteknya di Indoensia di atas kepentingan nasional. Pemimpin yang seperti ini, tunduk pada Condoleeza Rice merupakan pemimpin lemah yang tidak perlu dipilih lagi.
Oleh karena itu, demi kepentingan nasional, kita harus lupakan basa-basi politik regional yang sudah basi. Kang Kombor melihat ASEAN sudah tidak ada relevansi dan keuntungannya untuk dipertahankan. Dalam era perang dingin, ASEAN memang masih kita perlukan. Akan tetapi, saat ini tidak ada keuntungan strategis yang bisa kita peroleh dari ASEAN. Semangat persahabatan dan kebersamaan yang ingin kita dapatkan dari ASEAN sudah tidak ada lagi. Kita bisa melihat hal itu dari kerakusan ekspansi wilayah yang dilakukan Malaysia atau kebebalan Singapura untuk menandatangani perjanjian perbatasan dan ekstradiksi. Kita juga melihat kemunafikan Malaysia soal illegal logging dan kemunafikan Singapura soal penyelundupan. Mempertahankan ASEAN hanya memperpanjang kemunafikan dalam bersahabat dan berserumpun. Kepentingan nasional kita banyak yang selalu kita kompromikan demi mempertahankan ASEAN. Hal itu tidak boleh kita teruskan.
Agar kita bisa dengan tegas memerangi Malaysia maka kita harus:
- Memanggil pulang seluruh WNI di sana tanpa kecuali. Yang tidak mau pulang kita anggap lebih memilih menjadi warga negara Malaysia daripada menjadi bagian dari Indonesia.
- Segera membeli perangkat militer yang moderen dan powerful serta memadai untuk mengalahkan Malaysia yang kemungkinan akan dibantu oleh Inggris.
- Segera disiarkan materi-materi penggugah nasionalisme dan patriotisme melalui seluruh media massa nasional baik cetak maupun elektronik serta internet.
- Undang-undang Bela Negara harus segera diefektifkan. Segera panggil warga negara yang terkena wajib militer untuk memenuhi kewajiban. Tentara reguler perlu dukungan dari wajib militer ini. Kang Kombor merupakan warga negara yang siap dipanggil untuk wajib militer apabila perangkat perundangannya sudah jelas dan memadai untuk dilaksanakan.
- Secara nasional seluruh komponen bangsa harus mendukung. Mereka yang tidak mendukung agenda untuk kepentingan nasional ini harus dicap sebagai pengkhianat bangsa dan harus diusir dari wilayah Indonesia agar melengkapi jumlah mereka yang hanya berani menjelek-jelekkan bangsa sendiri dari luar negeri.
Simpulan
Kepentingan nasional harus diletakkan di atas kepentingan-kepentingan lain. Untuk mempertahankan Blok Ambalat, perang dengan Malaysia hanya satu-satunya cara. Jalur diplomasi hanya akan memberikan kekalahan kedua kepada Indonesia.
Catatan:
Tulisan ini dibuat untuk menunjukkan kecintaan Kang Kombor pada Indonesia. Walaupun belum bisa memahami dan merelakan diri untuk menerima Pancasila sebagai dasar negara karena belum jelas dan belum direferendumkan, Kang Kombor tetap cinta Indonesia.
Dilihat 1102 kali oleh 630 pengunjung



















Gelondongan kayu dan hasil tambang di kaltim juga dipindah (jual murah) ke Malaysia, lalu mereka yang finishing dan eksport, maka matilah eksport kita. Pejabat daerah dan pusat ikut berperan.
Soal teritorial, memang harus tegas, setuju. Karena trik diplo kita langsung ambles begitu disuguhi yang kinyis-kinyis, wong rombongan presiden di manila saja ditengarai “ada main”.
RI-1 berani gak ?
Ya sakjane sing masalah pemerintah kita ga punya harga diri dan ga bisa menghargai orang kang. Petronas bisa bayar expat Indonesia jauh lebih tinggi drpd Pertamina, juga disana jadi dosen lebih di hargai dan bisa hidup layak mau penelitian di dukung di Indo penelitian bayar sendiri, namanya orang cari makan, klo di negara sendiri ga bisa di hargai di tempat lain dpt lebih yo gimana lagi? Bukannya aku ga nasionalis, aku sangat2 nasionalis bahkan pingin nangis klo baca ttg Indo. Udah gitu Malaysia aman ga ada dadah… di Indo waduh perusakan moral bangsa berjalan terus, tp pada ga sadar didiemin aja, bahkan denger2 ada pabrik extasi terbesar sak asteng di tangerang deket rumah kang kombor, opo ito to? Piye to kang,tapi kalau mereka mo ngerebut pulau kita ya ganyang aja… cuman kitanya juga musti kuat gitu jangan lemah…jadi ga di ketawain
Saya Dukung Kang Kombor jadi presiden!!
Kita butuh orang dengan visi jelas dan punya harga diri.
Soal pancasila, menurut Kang Kombor sebaiknya kita pake dasar apa?
Saya akan teriak “Ganyang Malaysia….!!!”, eits tapi Gerayangi juga koruptor negeri kita. Uangnya buat beli peralatan Tempur utk. menjaga wilayah teritorial NKRI. Ga rela buanget kalo bolak-balik kita dilecehkan oleh mereka.
sambil mikir2 , ini juga gara2 oknum pejabat yang korup juga sehSerius amat, Kang. Apa ga lebih bagus ‘mengangkat’ saudara-saudara kita dulu yg pada kelaparan (beras lagi mahal-mahalnya lho) sebelum membangun angkatan perang yang pasti menghabiskan dana tidak sedikit itu? Tapi bisa juga sih berjalan secara paralel, asal semua rakyat Indonesia mendukung. Kita mulai dari diri kita masing-masing aja deh. Jawab (kemudian lakukan jawaban tersebut) pertanyaan: apa sih yang bisa kita perbuat agar itu bisa terjadi…? Just share my opinion, Kang…
Hehehe.. perang lagi… perang lagi…
Doyan amat perang. Daripada perang, mendingan maen bola.
Kalau maen bola, biar menang atau kalah, …kita ga bakalan dapetin janda-janda baru atau anak-anak yatim baru.
Hidup sudah kejam buat bangsa Indonesia. Janganlah ditambahi dengan kekejaman perang.
Pernah ada di garis depan Kang?
Kalau pernah, pasti akan selalu ingat rasanya.
Kalau belum… saran saya, jangan dicoba, sebab nggak enak… hehehe
OOT kang, udah kubuatin analisa awur2an gawe statistik mengapa dikunjungi berdasarkan komentar yo…:)
@Cak Dokter:
Soal kayu itu juga termasuk salah satu poin kekesalan saya, Cak. Pemerintah Malaysia pasti tahu kalau penduduknya banyak yang jadi penadah kayu curian tetapi karena yang rugi Indonesia, mereka diam saja. Kalau Indonesia rugi maka Indonesia akan semakin lemah. Indonesia semakin lemah, mereka akan semakin mudah mempecundangi kita.
Jangan lupa, pejabat dan keparat dari kopral sampai jenderal yang terlibat penebangan kayu ilegal juga sebaiknya ditembak mati saja. Yang begitu nggak berguna kok bagi negara.
@Bu Dokter:
Saya percaya kalau Bu Dokter masih mencintai Indonesia. Eh… lagipula bukan Bu Dokter yang saya singgung2 sebagai orang yang beraninya menjelek2kan bangsa sendiri dari luar negeri.
Bu, makasih analisanya. Jan ayu tenan Bu Dokter ki, wis gelem nulungi aku.
@Kang Wadehel:
Kalau saya jadi Presiden, kapan ngeblog dengan jujurnya?
Dasar Negara kita sebaiknya konstitusi saja. Dalam konstitusi nggak ada pasal mengenai dasar negara, kok.
@Bu Lepuspa:
Justru kalau diajak perang, Saudara2 kita itu akan lupa pada rasa laparnya. Zaman Pak Karno dulu kan begitu…
@Kang Arif:
Lebih baik perang daripada maen bola. Kalau maen bola, ujung-ujungnya perang juga. Lihat saja suporter2 Liga Indonesia.
Saya belum pernah di garis depan tapi siapa sangka suatu saat salah satu dari kita mengalami hal itu.
nyuwun sewu,arepe melu “umuk” juga ki kang.
Keliahatannya, surat edaran Pangab (nek ga salah th 2005),
tentang cara cara pertahanan mengahdapai malesia kudu diganti kang…
jangan nembak setelah ditembak dulu, tapi pakek cara tegas sekali kali perlu..
rontokkan kapal kapal negara penadah kayu ramin ini.
setuju ra kang?
@masdhenk:
Setuju banget! Setujuuuu….!!!
Ayo rontokkan sebanyak mungkin kapal dan pesawat Malaysia!
Kulonuwun, nderek “ndobos”nggih kang..
Emang bener kang, Malaysia emang perlu “Diganyang”, udah TKI kita dicambuk (emangnya sapi), kayu-kayu kita di balak, nelayan-nelayan kita ditangkep, Sipadan & Ligitan disrobot, ee…. sekarang ambalat diincer. Lha opo yo kita meneng wae? takut? Wong podo-podo mangane sego ae, jangan takut!
“Sadumuk bathuk, sa’nyari bumi”, ayo ganyang malaysia!
Ayo kang, bikin gambar/logo “Ganyang Malaysia”, ntar aku ikut masang di blog-ku.
“Tuku loyang nang Tasikmalaya,
Ayo ganyang malaysia”.
Nuwun,
Sepertinya kita memang harus tegas untuk mengatakan perang dengan Malaysia. Ini semua tidak bisa dibiarkan dengan begitu saja.
Negara kita kayaknya sudah terlalu di injak2 oleh mereka.
Tapi kang, soal penarikan orang2 kita di sana, ini sepertinya akan sulit.
@Abahapis:
Perlu minta tulung Mas Anto nggak, untuk bikin banner ini ya, Bah?
Pantunnya OK juga. Ayo ganyang Malaysia!
@Kang Prayogo:
Kalau orang-orang kita di sana sulit ditarik pulang, apa mereka kita kirimi senjata saja biar membantu pengganyangan dari dalam?
waduh..aku yg gi tinggal di m’sia jgn ikutan diganyang lho, no comment aja ah (lha ini dah tms komen ya :D).
ngomentari komen nya kang kombor ttg pembantu (TKW) emang wajar aja pembantu dikasih peluang bergaul dan itu dia dptkan(utk pembantuku), tp byk jg yg gak ada kesempatan sama sekali utk bergaul. Tapi sering kali kesempatan itu mereka salah gunakan, byk dari mereka yg nekat lari demi lelaki yg gak begitu mereka kenal, meskipun status mereka di indo adl berkawin.
Soal masalah lelaki itu memang aku pernah kena sekali, makanya agak trauma jg. Dan untung menghindari hal2 yg bikin pusing makanya skr aku putuskan nggak ambil pembantu lagi.
Eh..udah lama gak mampir sini kog udah ganti pemandangannya.
Malaysia emang licik… untuk beberapa hal yg telah disebutkan di atas, aku juga gak setuju dengan malaysia..katanya serumpun…mentang2 mereka udah RELATIF lebih makmur dari kita, berani semena2 dgn kita…Indonesia harus lebih tegas lagi… Tahun ini harus mulai dikurangi TKI..apapun alasannya-kurangi ketergantungan thd negara lain, ini menjadi salah satu akibat negara kita lemah. Semuanya pasti siap untuk perang, bahkan tanpa EMBEL2.
Koreksi u kang kombor: “Kang Kombor merupakan warga negara yang siap dipanggil untuk wajib militer apabila perangkat perundangannya sudah jelas dan memadai untuk dilaksanakan” SIAP PERANG KOK nunggu bikin perundang2an dibikin DAN memadai u dilaksanakan???? HEHEHE Malu dong ada statement spt itu… tar malah diketawain org lain lho…..sampeyan sampe skr msh suka ngompor2in ya? msh kaya dulu aja…hehehehe… Sabar aja KANG kOMPOR….PISSSSS
Nyang sok ituh para pejabat tinggi Ane Kang…Ane jangan dimarahin en jangan dimusuhin duonk… Aye cuman warganegara Malaysia biasa nyang ga sudi perang…abis istri ane aja anak Indonesia, anak2 semua pada lahir di Jakarta.
Kalo dulu di Singapore ada istilah kiasu, sekarang Msia juga udeh mengarah ke sono…Tapi, jangan bimbang Perdana Menteri nyang ini rada guoblok en bisa digoyah ame uang. Kondisi di sini juga udeh kayak RI beberapa waktu dulu..korupsi juga sekarang terpencar dimana-mana…ntar juga jatuh sendiri….roda berputar Kang, ga selamanya kita berada di atas Kang….
Enakan hidup jaman Hang Tuah kalo gitu, ga pake visa ga pake fiskal, ga pake paspor…Ada perahu pasti nyampe, dari jawa kek, ke riau kek, ke ambalat, semuanya punya kite..punya rumpun melayu…Kita ini satu koq!salam dari seberang.
@Mbak Kenny:
Tenang, Mbak. Sampeyan nanti aku selamatin, hehehe….
Makanya sering-sering mampir biar nggak ketinggalan kalau nanti ganti pemandangan lagi.
@Ali301:
UU Bela Negara kan sudah ada. Namun, ketika wajib militer mau diberlakukan, mahasiswa pada protes nggak mau wajib militer. Kang Kombor sih sebagai warga negara siap-siap saja kalau dipanggil.
@Nakia:
Pendapat ente sendiri tentang Ambalat gimana? Kalau ente sesuara dengan Kerajaan Malaysia bahwa Ambalat harus diambil, ente perlu kita marahin juga.
Aduh, masih panas nih! Kalo ane yang ngeganti Abdullah Bodowi (eh Badawi)jadi Perdana Menterinya Kerajaan mimpi malesia, sebagai saudara serumpun di jaman moderen ini, ane ga akan ganggu gugat Ambalat Kang. Cukup ane cakup kembali tanah temasek alias singapore agar supaya mereka ga ngeganggu para tetangga lagi.Pokoknye aman dach!!!
@Nakia:
Kalau gitu, ayo kita kerjasama. Aku bantu Sampeyan mengembalikan the red dot on the map itu ke Malaysia tapi Sampeyan jangan ganggu gugat Ambalat. Piye? Aku juga dongkol sama pulau kecil itu sombong itu.
[...] gini di kala Kang Kombor sedang sebel-sebelnya sama Malaysia kok ditawari nonton F1 di Sepang. Sorry [...]
[...] pulau, tapi kenapa cuma diminta satu aja kok ga boleh? masalahnya tak sesederhana itu kawan. lihat pembahasannya oleh Kang Kombor, ayo dukung kang kombor jadi presiden (lho kok?). Aku ntar minta jabatan menteri ya, Kang, Menteri [...]
g usah mikir perang2! gmana halnya dgn manusia2 lain yg g brdosa? kalo emg salah pemimpin, bahas aj sm pemimpina sana. G usah mabuk perang ama yg ln2nya.
nah aq beri lo peluang bahas ama pemimpin Malaysia mau gak? aq anak Malaysia….
lo tau g? slalunya aq mikir yg baik2 ttg indonesia…
pacarQ anak Indonesia jd…. sapa2pn, ap2pn ttg Indonesia aq suka… kerna aq cintakan pacarQ bermaksud negaranya
juga aq Cintai…. tp barusan td aq terbaca tulisanmu… g tau ni gerasa ap?!!? tp semua ini g kan luak dikitpun CintaQ terhadp dy….
malaysia juga termasuk salah satu exportir teroris nomer 1 di indonesia…
kayanya kasus bom bali tuh berbau saingan pariwisata deh :))
@Eira:
Kamu sendiri pingin menguasai Ambalat atau tidak? Aku yakin Warga Negara Malaysia sama-sama rakusnya dengan pemerintahnya. Bahkan, yang menadah kayu colongan dari Indonesia juga WN Malaysia.
Silakan pilih dong, cinta Malaysia atau cinta perempuan Indonesia.
@Kang Ferdie:
Setuju. Ada Dr. Azahari dan Nurdin M Top
nah…. nah… nah…..
aku g serakus spt ap yg lo omongin! spt ap yg lo pikirin!
ya! pemimpinQ mmg tp itu bukan aq!
gmn pun aq ttp cintakan negaraQ…Malaysia!!
Cintakan negara g bermakna aq cintakan corak pemerintahanna… g bermakna aq suka semua carana…
aq jg Cinta ama cowokQ!! g bermakna aku musuhi Indonesia….
aq mengaku Malaysia masih punya bajingan2 yg g berhati perut!!!
ops!! aq kuliah dl y! nti ke sini lg!! he he
saya dukung kang kombor,dari dulu aq dah muak ma malaysia ini.mereka bangga dengan AZHARI keparat,knpa indonesia yg di bom ma dia,itu supaya citra indonesia di luar jelek,klo memang tujuannya bom bule di menara petronas tu bule banyak, tapi tujuannya agar indonesia hancur,investor keluar,ekonomi kita jd kacau yg dampak akhirnya kita kelaparan.klo dah laprar apapun dilakukan termasuk korupsi dan saudara2nya.karena dah tau “enaknya” korupsi PATRIOTISME hilang.Ini belum seberapa karena mereka masih punya banyak AZHARI lagi yg belum melakukan aksinya.Belum pencurian kayu……..klo di itung2 dah keterlaluan kang…INDONESIAKU BERSATULAH..jaya selalu,,amiin!!
mereka berani karena ada inggris, aussie dll di belakang mereka.andalkan Mig 29 n Hornet,punya teknologi sedikit sombongnya selangit.Gmn klo dah seperti US……..bisa2 pulau borneo diklaim ma adikuasa malay…hehehe so kang kombor di kejar2 seperti Osama (target CIA malay).minimal punya satu skuadron sukhoi,rafale,f16 ama gripen boleh dah kita uji nyali ama tentera diraja malay walaupun ada gurka di belakang mereka.good bless INDONESIA.gmn kang……..????
Perlukah kita teriakkan lagi ramai ramai Ganyang Malaysia?!!!!
tidak adil bagi warga anda memusuhi Malaysia..kita sama2 umat islam..perlu saling bantu membantu..kenpa mesti di diperkotak katik kan bantuan malaysia ke atas indonesia..sememangnya bantuan2 yg diberikan adalah ikhlas dari warga Malaysia sendiri..sebaliknya tidak pernah putus2 memeberikan bantuan ke atas bencana yg berlaku di INdonsia..kita tidak mahu ada perbalahan di antara indonesia dengan Malaysia..Peace!
@Joe:
Benar, Malaysia berani karena pasti dibantu ndoronya dan sesama negara persemakmuran.
@49:
Perlu sekali.
@Melly:
Sesama ummat Islam sih OK-OK saja tetapi orang Islam yang Anda kirim telah melakukan pemboman di Indonesia. Selain itu, Malaysia juga tidak henti-hentinya mau merampas wilayah Indonesia. Tidak puas dengan Sipadan dan Ligitan, Ambalat terus saja dirongrong. Pemerintah Anda itu sekuler, sama seperti Indonesia. Yang Islam kan sebagian warganya.
[...] pungutan liar, bahkan kalau pelu teriakan yang bisa menggugah rasa nasionalisme seperti teriakan Ganyang Malaysia!!!. Kalau tidak disini, kapan lagi? Bukankah disini kita bisa menuangkan pendapat kita bahwa [...]
Oke Kang, kalau begitu Ganyang Malaysia!!!!!!! (*teriak sekencang kencangnya*)
Saya rasa pemerintah harus segera membenahi alutsistanya,terutama AU.Karena pesawat kita udah pada uzur,daripada beli laptop mending beli SAM sebanyak2nya.Memang kondisi ekonomi kita ga bagus tapi klo di tunda2………kapan?? Malay dah olok2 serdadu kita di perbatasan karena mereka tau klo pesawat kita ga sebanding ama mereka punya..OM 49 cukup di hati ajalaaah…Bu Melly,kami ga ada niat musuhi anda,kami cuma mempertahankan hak kami.kami sadar kami miskin,bodoh,dan sering mengalami bencana.Hidup ini ga datar2 ko..,jepang negara yg paling sering membantu indonesia dalam setiap musibah yg kami alami,ga pernah mengungkit2 bantuannya.Yg kita tau jpn bukan Islam or tetangga dekat kami…TERIMA KASIH ATAS BANTUAN ANDA SELAMA INI, majulah indonesiaKU..peace
alla apa yang ko orang boleh buat dengan pesawat buruk dan kapal bocor ko…kalau betul perang bagi kita rakyat malaysia seminggu je untuk kalahkan ko orang puya tentera semua.stop being naive dude.we ready and wait your attack.haha big nation but puny people
Malaysia g kan ungkit2 apa yg pernah diikhlaskan tp kalo
kalian sendiri yg g prnh bs bersyukur maka wajar dnk diingatkn!!
“jgn karena marahkan nyamuk, kelambu di bakar!!” g kan ada gunanya musuhi M’sia..percuma!!
“ukur baju d badan sendiri dnk!!”
@Muhammad Salahuddin:
Mungkin kami punya pesawat dan kapal buruk tetapi kami punya 220 juta penduduk dan kami punya doktrin hankamrata = pertahanan keamanan rakyat semesta. Tinggal dipanggil, maka semua warga negara akan memanggul senjata.
@Eira:
Kamu ini tak ubahnya dengan dua menteri Malaysia yang bodoh dan menyebar kebohongan tentang blog. Ngomong tidak pakai data.
ha ha ha…. >:)
makanya.. spt yg gw omongin ” percuma musuhi Msia…”
kalo kami dan menteri2 kami bodoh maka g kn ada gunanya musuhi org yg bodoh… sebaliknya ajarin dnk!
lw kn pintar! punya ideologi2 yg bagus!
==> kalian ni spt ap y? oya…spt semut2 yg punya bala tentera yg rame tp hny bisik2 sndiri…angkuh!! pengecut!!
jgn hanya berteriak di blog untuk ganyang M’sia..
laungkan dpn rakyat2 M’sia…dpn menteri2 kami… Nonsense!
Perang dengan malaysia … hmmm boleh juga tuh …. jadi inget kata Bung Karno “Ganyang Malaysia !” …
Beberapa masukan yg mungkin bisa dipake dlm penyerangan :
Upgrade dan penambahan warfare-nya TNI…
Seperti yg kang Kombor katakan… UU Bela Negara harus diaktifkan… Apabila UU tersebut aktif, maka semua unsur masyarakat Indonesia pasti siap…
(kayanya sih…)TNI harus mempelajari teknik perang masa kini, MOUT — Military Operation in Urban Terrain…TNI juga harus mematangkan dan melatih terus teknik perang yg sudah dilatih…
Perang dg melaysia harus pake unsur kejutan supaya inggris telat membantu, caranya dg mengadopsi teknik BLITZKRIEG-nya jerman di PD II… dan jangan mengeluarkan declaration of war…
Dan kalo inggris dkk datang, biarkan mereka mendarat dulu baru diserang, soalnya kalo dilawan frontal sebelum mereka ada di daratan, Indonesia pasti kewalahan… kan mereka modern duluan…
Tapi aku sih ga terlalu berharap kita perang dg malaysia… tapi kalo malaysia-nya menginjak-injak harga diri Indonesia… yaaa apa boleh buat …
kalo nak perang silakan aj Malaysia dah siap kq!
yg pasti malaysia & Indonsia g kan berperang!!!
@Eira:
Kalau Indonesia nggak mau memerangi Malaysia karena Malaysia selalu bilang kita ini serumpun. Serumpun apanya? Indonesia ini mayoritas Jawa kok, bukan Melayu… Yah, walaupun Malaysia suka curi-curi kesempatan, kita mah hanya kasihan saja sama yang suka ngaku sebagai serumpun.
@Joerig Geulis:
Sudah berkali-kali Malaysia menginjak-injak harga diri kita. Akan tetapi mari kita bercermin, apa benar kita punya harga diri? Hidup ultranasionalis!
ok..sekarang Indonesia lagi susah,ente senang…tapi hidup inikan ga datar.Seminggu mokalahkan tni,hihihi………………..dasar malay yg sok.tentera lo tu robot apa???USA aja yg serdadunya jago2 keok di Vietnam,Iraq,afganistan yg mereka lawan rakyat bersenjata,gmn klo mau lawan tentara terlatih,kopassus paskhas etc.Ok kalian punya tentara sekarang dah lebih jago dari US army to,senjata kalian dah lebih modern dari USAF ya??B-1 spirit kalian berapa biji???Raptor klian berapa???…DASAR, belagu lo..mau jadi negara super pawer di Asia…jauh bro!!!!
malaysia negara lacur
ahmad badawi tititnya segede ebi
makanya takut ma indonesia
hahhhha
ayo lah
220 jt warga indonesia
kita ganyang tuh malaysia!!!!!
[...] sana! Tuntutan pemutusan hubungan diplomatik ini lebih rendah dari tuntutan Kang Kombor sebelumnya: Perangi Malaysia! Tulisan TerkaitToday’s Dialogue: Meutya Hafid tidak tahu kalau Kadin bukan lembaga [...]
saya kecewa dengan pejabat indonesia, pabrik pesawat dibangkrutin, satelindo di jual, Pt texmaco di tutup. pada kemana tuh harga diri pejabat kita!!!mending turun deh!
asal tahu saja!!!!
orang indonesia bangga bekerja di perusahaan asing!!!!!
sekarang baru tahu rasa akibatnya!!!
dulu siapa yang jual telkomsel, excel, satelindo dan lainnya ke asing!!!
Malayasia, Mana Dadamu, Ini Dadaku….
Apapun yang terjadi, Tetap Jaya Indonesia. Berita dari Dephan RI, adanya penambahan alutsista baru merupakan kabar baik, untuk mendukung pertahanan nasional Indonesia dan semoga penambahan alutsista juga diteruskan.
Seperti sudah diketahui secara umum, Malaysia merupakan kepanjangan tangan Imperalis barat (dan US juga ) yang menginginkan kawasan Asia Tenggara tidak stabil dan aman ( baik politik, ekonomi dan sosial ). Malaysia merupakan bangsa yang tidak bisa hidup tanpa dukungan kaum imperalis itu. Sejak konfrontasi Malaysia - Indonesia, mereka disokong Inggris, Australia dan Selandia Baru, begitu juga saat ini. Segala yang diterima dan bisa dilihat di Malaysia merupakan ” fasilitas” utk Malaysia sebagai kaki tangan imperalis. Baru dengan TKI, Malaysia sdh kewalahan menangani, bahkan jika tidak dikirim TKI, mereka marah karena orang Malaysia nggak bisa ngapa-ngapain. Nah, itu baru buruh kasarnya, kalau untuk pemikirnya Malaysia dibantu kaum imperalis. Bagaimana mereka bisa membangun PETRONAS Tower ? Membuat lagu saja mereka tidak bisa, yang bisa hanya “mencuri” lagu daerah Indonesia. Singkatnya Malaysia hanya suatu bangsa yang jompo, jangankan mencari makan, makanpun Malaysia harus disuapi.
ujar urang bahari
pejas gesang nderek bung Karno
sedumuk bathuk, senyari bumi
Malaysia..mana dadamu, ini dadaku
horass
ntar lagu gundul-gundul pacul, cublak-cublak suweng di klaim lagu Malingsia pula
yuk kita pada cinta budaya kita
Manisfesto ini saya tujukan kepada Kerajaan dan Rakyat Kerdil Malaysia
Ya, aku memang seorang kriminal. Kejahatanku adalah rasa keingintahuanku.
Kejahatanku adalah karena menilai orang lain dari apa yang mereka katakan dan pikirkan, bukan pada penampilan.
Kejahatanku adalah menjadi lebih pintar dari kalian, sesuatu yang tidak akan pernah kalian maafkan. Aku memang seorang yang “bRengSex”, dan inilah manifestoku.
Kalian bisa saja menghentikanku, tetapi kalian tidak mungkin menghentikan kami semua.
Bagaimanapun kami semua senasib seperjuangan.
Kalian sebut kami kriminal, padahal kalian yang mencuri pulau pulau kami, mencuri karya-karya kami, memperkosa putra-putri kami, merampok hasil bumi kami
Kami bereksplorasi, tetapi kalian sebut kami kriminal.
Kami mengejar pengetahuan, tetapi kalian sebut kami kriminal.
Kami hadir tanpa perbedaan warna kulit, kebangsaan, ataupun prasangka keagamaan, dan kalian sebut kami kriminal.
Kalian, menggelar peperangan, membunuh, berlaku curang, membohongi, memperkosa, memperbudak, menindas, mencuri dan mencoba meyakinkan kami bahwa semua itu demi kebaikan kami. Tetapi tetap saja kami yang disebut kriminal.
[QUOTE]Saya sebagai Anak Bangsa Indonesia (Nusantara) tidak terima diperlakukan seperti binatang oleh rakyat dan kerajaan Malaysia, terlihat jelas dimata saya kalian begitu miskin tidak mempunyai apa-apa makanya kalian hanya bisa merampok, menindas, memperkosa, kalian memiliki beragama agama (islam) yang diakui baik oleh ajaran manapun tetapi kelakuan kalian BIADAB apa perlu Allah menurunkan Azab untuk negeri kalian ??? atau memang butuh Nabi lagi untuk negeri kalian ???[/QUOTE]
http://www.ngoceh.web.id/
wah beritanya aktual banget, padat dan pasti…
kk ebat ^^
Untuk Bangsaku…
Wahai Bapak Presiden, Bapak Wakil Presiden, Bapak & Ibu Menteri, Bapak & Ibu Dewan, Para Pejabat yang terhormat, anda disumpah dengan nama Tuhan. Sebaiknya pegang amanat itu dan jalankan dengan hati nurani, kemewahan duniawi akan sirna, jangan silau dengan kenikmatan sementara, kita mati tidak membawa harta hanya amal perbuatan yang akan kita pertanggujawabkan dihadapan sang Pencipta.
Anda dipercaya untuk membangun bangsa bukan menggerogoti uang rakyat bak tikus2 got.
Budayakan malu akan korupsi, korupsi sama dengan najis, sama saja makan daging saudara sendiri. Menari2 diatas penderitaan rakyat & bangsa sendiri.
Untuk saudara2ku yang saat ini berjuang dinegeri orang demi sesuap nasi yang sulit ddapat dinegeri sendiri, Mohon bersabar, tabah dan tetap tawakal, kalian mencari rejeki yang halal walau sering dihina karena keterbatasan kemampuan kalian. Tetap berdoa semoga pemerintah kita mampu kembali memegang amanah, bahu membahu bangun dari keterpurukan, yang menuai cemo’ohan menjadi cikal bakal untuk bangkit menjadi bangsa yang kuat dan terhormat dimata rakyatnya maupun bangsa lain.
Untuk Genarasi muda bangsaku….
Ayo bangun jangan terlena, berkarya dan berprestasi dalam segala hal (walau dengan keterbatasan dan mahalnya biaya pendidikan), jauhi narkoba!!! Tak ada istilah coba2 dalam hal narkoba karena sama saja dengan membeli ticket sekali jalan karena akan sulit kembali lagi. Jangan lengah oleh propaganda budaya asing, cintai budaya sendiri (kenali, pelajari & cintai).
Pada rakyat Indonesia, jgn marah org Malaysia. Marah pada diri sendiri.
Maklumat daripada CIA menunjukkan beribu-ribu rakyat Indonesia telah direkrut menjadi ejen CIA bagi membuat kacau-bilau di Indonesia sendiri dan juga mengeruhkan hubungan Malaysia Indonesia.
Ejen-ejen CIA tersebutlah yang bertanggungjawab menjatuhkan kerajaan Suharto.
Ejen-ejen tersebut juga telah memperbodohkan rakyat Indonesia dengan mengapi-apikan semangat bencikan Malaysia padahal Malaysia mempunyai banyak peluang pekerjaan.
CIA tidak mahu orang Islam Indo kenyang. Indo vs Malaysia - akibatnya peluang pekerjaan di Malaysia tertutup. Tiada masalah buruh kerana ramai lagi buruh boleh diperolehi dari negara lain seperti Myanmar, Vietnam, Nepal, India dsb. - jadi tiada peluang pekerjaan di Malaysia utk rakyat Indonm… Tiada pekerjaan membawa masalah ketiadaan wang utk membeli makanan… sekiranya tiada makanan, minda jadi reput serta hilang pertimbangan positif… akibatnya negara Indo menjadi lemah dan senang dikuasai barat. Kemudian pada masa itu, para Mubaligh Kristian pun datang memberikan bantuan-bantuan makanan sambil menerapkan dakyah kristian seterusnya mengkristiankan seberapa ramai orang Islam Indonesia. Atas dasar itu kerajaan Malaysia seberapa segera memberikan bantuan kepada Aceh kerana dibimbangi dakyah kristian akan tersebar di sana.
Sedarlah rakyat Indonesia. Majukanlah negara anda. If Malaysia and Indonesia stabil dan kuat, bangsa kita akan dihormati di seluruh dunia.
satu lagi saya cadangkan Aceh menyertai Malaysia. Sudah tentu orang-orang Aceh berasa sangat gembira. Saya percaya kalau dibuat kaji selidik mengenai kecenderungan penduduk sana, sudah tentu rakyat Aceh sepakat memilih menyertai Malaysia
Kalau nak diikutkan ramai juga penduduk di Indonesia yang tidak mahu dengan Indonesia. Indonesia sebenarnya negara Jawa. Sepatutnya dinama Jawanesia… bukan Indonesia. So from now on call them Jawanesia. Bahasa Kebangsaan Jawanesia dicuri daripada Bahasa Melayu Malaysia. Kepulauan Riau adalah sebenarnya milik Malaysia kerana penduduk di kepulauan tersebut sebenar penduduk melayu. Nah sekarang siapa yang jahat, pencuri, perampok dsb…
Jawanesia or Malaysian.
Fact
(1) Jawa Indon telah curi kepulauan Riau yang terbukti dari segi sejarah adalah kepulauan Melayu
(2) Jawanesia telah cuba menipu penduduk di nusantara dengan menjadikan bahasa melayu sebagai asas bahasa Jawanesia
(3)Jawanesia juga secara tidak malunya claim Acheh sebagai territorynya padahal Acheh tidak pernah mahu menyertai Jawanesia.
(4) Penduduk Timur Leste sgt bijak. Mereka buang Jawanesia yang bodoh
(5) Kepulauan Makasar juga sebenarnya tidak mahu Jawanesia. Mereka menolak bangsa Jawa yang sombong, bongkak tapi booh
(6) Rata-rata bloggers yang megutuk dan menghina Malaysia adalah orang Jawa. Ini kerana org Jawa sudah terkenal dalam sejarah sebagai satu bangsa yang degil, angkuh, sombong dsb. Kalau sudah banyak org Malaysia bantu dari segi sumbangan wang, pakaian, perubatan setiap kali berlaku bencana, sepatutnya org-org Jawa ni berterima kasihlah
(7) Ganyang Jawanesia. Malaysia kalau ajak Australia serang Jawanesia, bila-bila aje tu. Sape sudi nak tolong Jawanesia…… sombong dan bongkak….
kang kombor, ketahuilah:-
1. perihal konflik indo - malay tidak kedengaran di malaysia. kalau bercerita hal ini kepada malaysian (dan juga indonesian) di sini, nescaya mereka tidak akan tahu apa2 kerana segalanya aman sahaja.
2. sedar tak konflik after konflik ini tersebar secara tiba2. tak terfikirkah anda bahawa mungkin ada satu kuasa yang menghasut semangat murni patriotis indonesia yang normal. contohnya perkataan “indon” yg digunakan berpuluh2 tahun lalu tiba2 menjadi sensitif. bila koran singapura dan brunei tulis “indon” (dan masih menggunakannya, saya jamin), tiada yang marah. tapi bila malaysia, terus mahu perang.
untuk pengetahuan, semua media malaysia telah diarahkan untuk pakai istilah “indonesia”, walaupun pembantu rumah saya senang mengaku dirinya “orang indon”. dia ketawa besar bila saya kata “jangan cakap begitu, nanti orang2 kamu marah!”
3. Jumlah kes TKI yang dianiaya amatlah sedikit berbanding dengan jumlah kes TKI yang mencuri, merogol, membunuh dan membuat huru hara. Ini tidak termasuk beratus2 sindiket menipu majikan. saya ditipu oleh 2 orang pembantu indonesia sehingga kepercayaan saya terhadap TKI indonesia hampir terhakis. tas tangan adik saya pula diragut oleh orang indonesia. INI DIPERCAYA. saya cabar anda datang ke sini dan lihat kebenarannya. Anda harus terima hakikat putar belit media.
4. mengapa malaysia dituduh mencuri budaya sedangkan seumur hidupnya dibudayakan dengan budaya yang sama dengan indonesia. songkok, batik, wayang kulit, tarian dan alat muzik, makanan, dialek bahasa dan sastera, rupa wajah, warna kulit, lagu rakyat adalah budaya dan sifat yang tidak kenal sempadan politik dan geografi. Tak terfikirkah budaya itu diresapi melalui penghijrahan? wajarkah saya anggap kang kombor pencuri kerana miliki wajah seiras ahli keluarga saya? adakah saya seorang pencuri bahasa indonesia kerana saya bertutur dalam bahasa ini seharian/seumur hidup saya? adakah thailand juga pencuri kerana punya wayang kulitnya dan batiknya yang tersendiri? adakah dengan menyanyikan lagu “happy birthday to you” menjadikan anda juga sebagai pencuri?
yang jelas malaysia tidak pernah mengaku yang budaya2 tersebut BERASAL dari negaranya kerana ia (dan seharusnya negara lain dirantau ini juga) harus akur bahawa asal mereka amat tidak jelas.
5. isu Malaysia mencuri kayu balak tidak beda langsung dengan isu illegal entry beratus2 rakyat Indonesia ke Malaysia. Kedua2 adalah pencerobohan kedaulatan dan pengaliran wang yang banyak keluar ke negara si penceroboh. Jadi sama2 kaya & sama2 miskin & sama2 berdosa.
6. secara peribadinya saya berasa sangat sedih kerana isu yg melibatkan Indonesia-malaysia yg biasa terjadi di mana2 pelosok dunia ini di”blown out of proportion” oleh media Indonesia atas sebab2 yg tidak difahami. sedih juga kerana bangsa melayu yg tidak punya tempat lain selain apa yg didiami kini tetapi masih berbangga dengan sifat dengki, menghasut, dendam dan arogan untuk menjatuhkan bangsanya sendiri. Indonesia pernah menjadi guru kepada Malaysia tidak lama dahulu, sebelum peristiwa2 sukar tiba menghancurkan. Tidakkah anda terfikir bahawa kebangkitan melayu Malaysia mungkin untuk memberi laluan kepada kepada bangsa melayu di kejiranannya, supaya melayu menjadi kuat? Saya tidak tahu anda, tapi saya selalu berfikir begitu.
Tak sedar saya telah menulis sebegini panjang. Asalnya mahu tulis ringkas. Mungkin kerana saya rasa bertanggungjawab untuk memberitahu pendapat saya. Apa2pun ANDA TAK PERLU SETUJU.
INDON nak perang pakai apa…?kapal perang pun BURUK….JET SHUKOI INDON ADALAH JET PERPAKAI RUSIA…TAK PERCAYA…????>>>…TANYALAH MENTERI PERTAHANAN INDON..mana ada jet pejuan BELI HARI INI,,,SAMPAI ESOK…
Malingsia itu negara MUNAFIK…
klo sampe perang indonesia dengan malaysia, aku ikut dan membunuh, memotong dan membawa kepala2 orang malaysia ke depan orang2 indonesia…
hehehe
uda ngemaling milik negara lain masih juga coment ya ga ad dasarnya orang malingsia ini!!!!!!!!!!
hahahaha9x
sejujurnya kalian para malingsia
bagai monyet kepalanya 2!!!!
uda maling yeeee ngina lagi
memang nasib malingsia ga unya sejarah atau fakta yang mengatakan bahwa negeri malingsia tidak pernah mengalami masa kejayaan
melainkan hanya menjadi negeri yang dijajah
mulai dari sriwijaya,majapahit,sampe inggris
mana tuch masa jayanya!!!
kalok ga ngambil pulau indonesia ya ngambil kebudayaanya
aduch2
ya tuhan terima kasih saya tidak dilahirkan di negara yang tak punya malu
hahahahaha
lihat dunk indonesia
mang lu punya kebudayaan kayak ini
heheheh
bisanya cuman maling
yah namanya juga malingsia
merdeka!!!!!!!!!
kalok mw perang kami ladeni,niscaya kami tidak akan kalah
karena kebenaran akan selalu menang!!!
siapa bilang ada orang cina dibantai??/
ituah lamisnya malingsia,,,
bwt berita tidak ada dasarnya
bagaimana a endidikan hukum disana
sarjana hukumnya bobrok kale yee
hahahahahaa
orang yang salah psti akan melakukan segaa cara untuk menutupi kebusukanya
yakkk
itulah negeri jiran malingsia 4-ever!!!
mari kawan2 seluruh bangsa indonesia
kobarkan semangat juangmu tatkala negeri kita diinjak2 martabatnya oleh malingsia ini
biarpunkita semua beda suku
tapi NKRI adala harga mati!!!!!
GANYANG MALAYSIA!!!!
hahaha….TNI aja takut perang ama ATM…FAKTA D…lihat aja sampai saat kamu semua BANGSA INDON BODOH sedang enak membaca tulisanku ini,,TNI dan 235 JUTA BANGSA INDON BODOH tidak BERDAYA MEREBUT KEMBALI SIPADAN dan LIGITAN dari MALAYSIA…HEHEHE……FAKTA D…..JET tempur aja BURUK,,bekas TENTERA RUSIA…Radar canggih SHUKOI INDON cuma mampu memamtau 70 kilometer jauh…??..itu hanya jadi bahan mainan TUDM guna JET MIG 29N yang Radarnya berjarak 160 kilometer….kalau ama SHUKOI MALAYSIA…Radarnya berjarak 350 kilometer…5 kali lipat dari SHUKOI TNI AU….masih ragu ya..??…tanya lah pada aparat KEPARAT TNI mu..atau lebih bagus tanya pada MEGAWATI….
NKRI adalah harga mati…??..hehehe…GANYANG MALAYSIA…Hehehe….silakan D…malah kalau kamu masih ada harga diri yang tersisa…AKU CABAR TNI dan 235 JUTA BANGSA INDON BODOH untuk REBUT KEMBALI SIPADAN dan LIGITAN dari MALAYSIA…..APA TNI BERANI….APA BERANI..??..MALU D…
Jangan perang donk! damai aja. Indo evaluasi diri, selama ini pemimpin udah ngapain aja untuk mensejahterakan rakyat? belum khan? udah jaga wilayah NKRI? belum juga… boro2 mau jaga, orang kapal tempur kagak ada pelornya!
Kalo mau di hargai bangsa lain, hargai dulu bangsa sendiri, bayar mahal putra2 terbaik bangsa, jangan cuma bule aja dibayar pake dolar $$$.
Kalo udah menghargai bangsa sendiri apa lagi pahlawannya plus pendidik, baru deh bisa bilang gayang malaysia.