Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1429H

Acara Bincang-bincang/Dialog seharusnya memilih tema yang baik, bukan tema yang merusak moral

Post Page Rank

Terilhami oleh tulisan drg. Evy tentang Moral Vs Immoral, Kang Kombor yang tak bermoral ini ingin menyoroti acara bincang-bincang yang makin bertambah jumlahnya setelah Empat Mata dengan Thukul Arwana sukses menggeser Om Farhan. Sebelumnya, Farhan sudah eksis dengan Lepas Malam yang kemudian dibawakan oleh Indi Barens setelah dia mengudarakan Om Farhan. Menyusul kemudian Empat Mata dengan presenter utamanya Sang Laptop! Hehehe…

Nah, yang terakhir kali muncul adalah SMS dengan presenter Indro Warkop ditemani Taufik Savalas. Tadi malam SMS membawakan tema One Night Stand dengan bintang tamu Cintyara bla-bla-bla yang pada introduksinya ditunjukin foto-foto syurnya yang dimuat di Popular.

Cintyara ini pelaku one night stand. Dia sering melakukannya dan itu diakuinya secara terus-terang tanpa tedheng aling-aling. Kalau acara Fenomena terkadang menyamarkan para pelaku esek-esek di luar hubungan pernikahan atau anggaplah esek-esek yang dinilai menyimpang, Cintyara ini tanpa malu dengan disaksikan penontong yang pada bertepuk tangan, menyampaikannya dengan bangga.

Kang Kombor yang tak bermoral ini bukannya mau berubah jadi moralis. Akan tetapi, seharusnya produser acara semacam ini memilih tema yang bisa memancing produktivitas manusia Indonesia, bukan malah memancing produktivitas untuk menghalalkan perilaku menyimpang.

Pada saat akan menutup acara Indro menyatakan (bahasanya tidak pas banget):

One night stand adalah hubungan tanpa komitmen. Yang mau melakukannya silakan-silakan saja tetapi sebaiknya berhati-hati, jangan sampai perasaan ikut bermain.”

Dunia ini memang sudah semakin konyol. Televisi dan presenter-presenter ngawur turut membantu menyebarluaskan ajaran sesat semacam one night stand ini. Pak Menteri Kominfo, silakan disomasi acara SMS episode Senin (19 Maret 2007) malam. Acara merusak moral seperti ini sudah selayaknya dibungkam karena hanya membangkitkan nafsu rendah manusia. Saya manusia tidak bermoral tetapi tidak setuju kalau kegiatan-kegiatan tidak bermoral disebarluaskan melalui televisi. Seharusnya kegiatan-kegiatan tidak bermoral semacam ini dinistakan, bukan dimuliakan. Televisi tidak selayaknya menyiarkannya. Publik tidak perlu tahu ada perilaku tidak bermoral bernama one night stand. Kalau disiarkan harus dengan ada penyadaran kepada publik bahwa perilaku itu menyimpang dan rendah moral dilihat dari sisi keberagamaan dan nilai-nilai ketimuran dan bintang tamunya pun harus dipilih yang sudah insyaf dan memberi nasehat agar perilaku buruk itu jangan dilakukan. Nah, kemarin itu… yang dijadikan tamu adalah pelaku aktif yang sangat bangga bahwa dirinya adalah pelaku one night stand. Dalam kacamata Kang Kombor, Indro warkop dalam SMS episode itu justru mempopulerkan one night stand dan mengiklankan pelakunya. Seperti mucikari mempromosikan pelacurnya.

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google

Dilihat 386 kali oleh 244 pengunjung

Rekomendasi

Ingin belajar bisnis online? Anda akan dibantu step by step sampai bisa

19 Comments

  1. Evy on 20.03.2007 at 15:03 (Reply)

    Astagaaa…gedeg2 aku kang, lha kok wis nyeleneh ngene, Indonesia kok udah maju bener ya? ndik US sing ga bermoral iki ora terang2an koyok ngono, lha kok sing ra nggenah di tepuki sing bener di hujat ki njur kepiyee?

  2. ilham on 20.03.2007 at 15:40 (Reply)

    Yup… mantap kang kombor. lugas-tegas… Sy juga bukan org bermoral, tapi tetap risih dengan tayangan sejenis yg anda kritik. tak salah anda jadi pemimpin!

  3. kangguru on 20.03.2007 at 16:01 (Reply)

    Duh hebatnya keterbukaan di endonesa sampe segitunya.
    Blas ini perusak moral bangsa

  4. Anang on 20.03.2007 at 16:13 (Reply)

    demokrasi sudah kebabasan.. jadi democrazy

  5. ferdi on 21.03.2007 at 15:00 (Reply)

    lha mau gimana kang, mulai pertama dah salah, orientasinya di rating.

  6. helgeduelbek on 21.03.2007 at 22:02 (Reply)

    sing penting lak yo duwit tho kang, bgeitu pikir orang yang bikin itu. urusan dewe2 wae kalau dampak itu.

  7. cakmoki on 21.03.2007 at 23:47 (Reply)

    Bilangnya Pak Menkominfo mau somasi tayangan jam pagi sampai 9 malam yang menurut beliau merusak moral.
    SMS termasuk gak ?
    Saya sih gak nonton. Membaca tulisan ini terkesan seolah acara begituan dipamerkan. Rating ? Duit ?

    Saya sependapat, jika unsur mendidik ditonjolkan seperti yang Kang Kombor usulkan.
    Nonton GP aja yuk, ada siaran langsung. hehehe
    Mana nih ulasan GP ?

  8. Kang Kombor on 22.03.2007 at 10:28 (Reply)

    @Bu Dokter:
    Indonesia = kuda lepas dari pingitan.

    @Kang Ilham:
    Maaf kang, saya tak mimpi jadi pemimpin :)
    @Mas Anang:
    Pantes yang demo suka edan ngerusakin apa saja.

    @Kang Ferdi:
    Ya, dan lembaga ratingnya nggak pernah diaudit.

    @Pak Guru:
    Mereka apa belum pernah dengar kalau tidak semua hal bisa dibeli dengan duit ya?

    @Cak Dokter:
    Kalau hanya sebatas jam 6:00 - 21:00 maka SMS lewat dari bidikan somasi karena tayangnya di atas pukul 21:00.

    Saya kemarin mau nulis hasil GP F-1 tapi takut dah banyak yang nulis. Nanti kalau motoGP saja, Cak. 25 Maret nih…

  9. endang on 22.03.2007 at 11:24 (Reply)

    setuju sama kang kombor. indro pasti jg gak setuju, tp cuma cari aman biar gak dimarahi org yg setuju, jd ngomongnya gak dipikir. Dan pelaku yg bangga, biasanya berdalih dia tidak munafik….padahal tidak munafik berbeda sekali dgn tdk punya malu…

  10. Khaidar on 22.03.2007 at 17:25 (Reply)

    ada yg punya rekamannya nggak?

  11. Dani Iswara on 23.03.2007 at 09:59 (Reply)

    keabisan ide nyaingin tukul™..

  12. ..:X W O M A N:.. on 23.03.2007 at 13:08 (Reply)

    sepertinya dit memang sudah mendewa…

  13. Heri Heryadi on 23.03.2007 at 15:47 (Reply)

    Woow..! Kemaren2 juga pas mindah-mindahin tv pake remot ntu sempet nyasar di itu acara. ada taupik sapalas, ndro, ma moamar emkah. Tapi pas liat obrolannya mereka aye jd ill feel gitu. Ga tau napa pormat acaranya gt bgt. meracuni kita2 yg masih polos-polos ini sajah..

  14. sandy on 25.03.2007 at 22:38 (Reply)

    Kang,klo ga salah, klo memang ada acr yg spt itu mekanisme skrg lwt KPI (bukan FPI :D) … nti berdasarkan pengaduan masyarakat, perorangan atau kelompok, KPI akan mensomasi TV yg bersangkutan bahkan bisa s/d mencabut acr tsb spt tjd pd alm acr Smack Down.
    Sy pribadi skrg udah males nonton TV (Indonesia) krn cenderung jd “agen pembodohan” bangsa…:(

  15. Kang Kombor on 26.03.2007 at 13:23 (Reply)

    @Mbak Endang:
    Indro nggak setuju? Hmm… kayaknya dia setuja-setuju saja tuh.

    @Khaidar:
    Aku nggak punya

    @Kang Dani:
    Bisa jadi. Thukul mah yang diketawain dirinya sendiri. Tamunya siapa pun, tetap Thukul yang diketawain.

    @Mbak Wanita X:
    Bukan lagi dewa tapi Tuhan

    @Kang Heri:
    Ternyata beda tamu tetap meracuni ya, isi perbincangannya? Kapan-kapan saya akan tonton lagi.

    @Bung Sandy:
    Saya suka dan setuju pernyataan Sampeyan,: TV (Indonesia) cenderung jadi “agen pembodohan” bangsa.

  16. [...] perbedaan dan menampung pendapat. Serta memberikan tips yang bermanfaat. Bisa Juga bicara politik, moral, atau etika. Justru semuanya ini adalah sebuah tidakan yang berani sekaligus bijaksana. Sebab dalam [...]

  17. chem on 27.03.2007 at 17:41 (Reply)

    bener kang acra-acara itu gak terlalu bermanfaat bagi bangsa ini. Sebaiknya acara itu berlu disomasi dan dibubarkan. Memang aneh pak mentri itu. Acara yanng memberi wawasan politik seperti yang ada di metro malah disomasi sedangkan yang acara yang merusak moral nggak. Memangnya bangsa ini mau dibawa kemana siiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiihhhhhhhhhhh………..

  18. Social Disobedience « Generasi Biru on 07.04.2007 at 09:32

    [...] apa yang kurang? Pendidikan moral sudah diajarkan mulai dari Sekolah Dasar sampai pas kuliah. Pendidikan agama tidak dihapuskan di [...]

  19. enti on 11.04.2007 at 18:25 (Reply)

    ehm…. seru juga baca komentar-komentarnya … tapi sayangnya waktu itu saya tidak menonton acara itu hanya tau dari teman saja. padahal tema nya itu yang saya cari selama ini. saya sekarang masih dalam proses penggarapan skripsi yang mengangkat fenomena one night stand di kalangan remaja, nyesel juga seh ga lihat acara itu meski pada akhirnya toh terjadi pro dan kontra… em kalo ada masukan atau informasi tentang one night stand tolong kabari saya ….
    ngomong-ngomong soal ONS itu, saya bukannya mencemooh orang yang melakukan hal tersebut, tetapi kita bisa melihat fenomena yang terjadi di kalangan remaja kita memang telah mengalami pergeseran… nggak bisa disalahkan juga seh orangnya, mungkin ini sebagai budaya baru ya… yang pastinya belum dapat diterima di indonesia yang kental dengan budaya timurnya itu…
    thx…

Leave a comment