Hipertensi
![]() |
Post Page Rank |
Kang Kombor ini memiliki silsilah yang bagus. Mbah Kakung (dari bapak), Bapak, dan Kangmas semuanya diberkahi bludreg alias darah tinggi alias hipertensi. Mbah Kakung meninggal tidak lama setelah terjatuh di kamar mandi. Kemungkinan Mbah Kakung terkena stroke pada saat siram. Alhamdulillah, bapak, kangmas dan saya masih diberi izin menghirup oksigen sampai detik tulisan ini dibuat.
Eh.. Kang Kombor belum nyebutin kalau Kang Kombor juga punya bludreg ya? Maaf deh!
Bludreg sejak kuliah
Kang Kombor punya bludreg sejak masih kuliah dulu. Rekor waktu itu belum tinggi-tinggi amat. Paling tinggi baru 150/90. Emang belum tinggi untuk ukuran penggemar hipertensi tetapi yang serendah itu pun sudah akan bikin Kang Kombor KO. Pada saat tekanan darah sedang menanjak, kadang-kadang Kang Kombor membayangkan nikmatnya kalau ada yang nebas tengkuk Kang Kombor. Pasti ketegangan yang ada di tengkuk dan bahu serta senut-senut di belakang kepala akan langsung hilang. Untuk menyalurkan rasa tegang ke tempat lain, Kang Kombor dulu suka njedhug-njedhuge githok ke pinggiran meja atau benda-benda lain yang bersudut. Pelan-pelan sih, nggak berani keras.
Pernah sembuh
Kang Kombor pernah tidak terkena bludreg lagi untuk waktu yang cukup lama. Kalau diingat-ingat, sejak Pak Harto lengser keprabon dulu Kang Kombor nggak pernah lagi memiliki tekanan darah yang di atas 120. Sehat wal afiat dan mangan wedhus sakkarepe. Jan nikmat bener tidak punya hipertensi itu, bisa makan sop kambing, sate kambing, tongseng, atau gule. Bahkan kambing guling!
Sayang sekali, pada kwartal kedua tahun ini secara tidak terduga si bludreg ingat lagi sama Kang Kombor. Nggak tanggung-tanggung, rekor tertinggi selama kuliah dilewati. Emang sih, belum sampai 200 (masih kategori belum terlalu tinggi), yaitu 160. Bawahnya yang nggak kuwat: 110. Gemblung! Kang Kombor sampai nggak masuk kantor seminggu karena disambangi si bludreg. Udah gitu, makan kambing jadi diliburkan dulu.
Minggu ini si bludreg datang lagi. Ah… kirain nggak bakalan datang lagi. Rese bener dia! Nggak mau lihat orang senang.
Kata Dokter
Kata dokter, Kang Kombor harus selalu kontrol kalau obat habis. Kebetulan dulu Kang Kombor periksa sama dia waktu njegleg pertama setelah bludreg cuti lama (1998 - 2007) sehingga dia tahu kalau Kang Kombor nggak pernah datang lagi setelah obat habis.
Kombor: Saya harus minum obat terus, Dok?
Dokter: Iya. Harus minum obat terus supaya tekanan darahnya stabil.
Kombor: Masa sih, Dok? Seumur hidup?
Dokter: Begini. Anda saya beri obat untuk seminggu. Setelah habis, kontrol lagi. Begitu seterusnya. Setelah setahun kita cek riwayat tekanan darah Anda, apakah stabil atau tidak. Kalau tekanan darah stabil, obat kita hentikan.
Hladalah… edun. Kang Kombor dulu suka mbatin waktu tetangga Kang Kombor yang sudah almarhum cerita bahwa beliau harus minum obat seumur hidup karena hipertensi. Eh… kok sekarang Kang Kombor harus mengalami hal yang sama.
Penyebab hipertensi
Dokter menceritakan dari mana si bludreg datang:
- Keturunan
- Gaya hidup tidak sehat
- Tidak diketahui penyebabnya
Kata dokter itu, 90% hipertensi di Indonesia tidak diketahui penyebabnya. Wow? Fantastis sekali. Kang Kombor tidak menanyakan kepada dokter itu, Dokter Diana namanya, apakah angka 90% itu sahih. Kasihan dokter yang cantik itu malah repot menjawabi pertanyaan-pertanyaan yang tidak substansial. Eh… kali saja ada dokter yang baca tulisan ini dan bisa mengkonfirmasi apakah informasi itu benar atau salah. Kan ada dr. Hasmoko, dr. Dani, dll.
Kalau melihat silsilah keluarga, sepertinya Kang Kombor menderita hipertensi karena bakat keturunan. Jadi si bludreg itu turun temurun di keluarga Kang Kombor. Entahlah apakah Mbah Kakung alias bapaknya bapak itu bapak dan kakeknya dulu juga punya bludreg. Nggak sempat mengkonfirmasi. Kang Kombor sendiri nggak pernah tahu mbah buyut dari garis bapak itu apakah pernah Kang Kombor kunjungi atau tidak. Kalau mbah buyut dari Mbah Putri (ibunya bapak), sebelum Kang Kombor lahir sudah pada meninggal. Uyut dari ibu yang asal Ciamis juga nggak pernah nemuin.
Kategori Hipertensi
| Kategori | Tekanan darah sistolik | Tekanan darah diastolik |
|
Normal |
dibawah 130 mmhg |
dibawah 85 mmhg |
| Normal tinggi | 130 - 139 mmhg | 85 - 89 mmhg |
| stadium 1 (hipertensi ringan) | 140 - 159 mmhg | 90 - 99 mmhg |
| Stadium 2 (hipertensi sedang) | 160 - 179 mmhg | 100 - 109 mmhg |
| Stadium 3 (hipertensi berat) | 180 - 209 mmhg | 110 - 119 mmhg |
| Stadium 4 (hipertensi magnolia) | 210 mmhg atau lebih | 120 mmhg atau lebih |
Wah… ngomong-ngomong Kang Kombor masuk kategori mana ya, kalau 160/110?
Pengaturan Menu Penderita Hipertensi
- Diet rendah garam, yang terdiri dari diet ringan (konsumsi garam 3,75-7,5 gram per hari), menengah (1,25-3,75 gram per hari) dan berat (kurang dari 1,25 gram per hari).
- Diet rendah kolesterol dan lemak terbatas.
- Diet tinggi serat.
- Diet rendah energi (bagi yang kegemukan).
Untuk yang tidak punya bludreg
Jangan sombong dulu ya! Walaupun Sampeyan tidak punya keturunan penderita bludreg, Sampeyan juga bisa terkena kalau gaya hidup sampeyan tidak sehat. Makanan tidak dijaga kandungan gizinya sehingga gula darah tinggi, kolesterol jahat tinggi, dll. yang bisa memicu terjadinya tekanan darah tinggi. Selain itu, sampeyan juga bisa masuk yang 90% itu, yaitu yang tidak diketahui penyebabnya.
Untuk itu, silakan miliki gaya hidup yang sehat. Jangan minum alkohol, berhentilah merokok, berolah raga dan makan makanan yang memiliki gizi seimbang. Jangan berlebihan mengkonsumsi gula, garam. Jangan sering-sering makan makanan berkolesterol tinggi. Percayalah, punya bludreg itu nggak enak. Mosok harus makan obat setiap hari seumur hidup?
Bahan bacaan:
- Cegah Hipertensi dengan Pola Makan
- Mengenal Hypertensy
- Gizi Seimbang Untuk Mencegah Hipertensi (PDF)
- Pilihan Terapi untuk Tekanan Darah Tinggi
- Bekatul untuk Menurunkan Hipertensi dan Hiperlipidemia
Buku
Dilihat 1034 kali oleh 564 pengunjung



















Ngomong-ngomong, moratorium ngudude isih berjalan to Kang? Awas lho mengko hipertensi komplkasi karo impotensi lak repot.
menurut JNC7, tensi kang kombor termasuk stage 2
bacaannya dah lengkap kang..tinggal taat aja..
jadi klo ngadepin permasalahan harus dengan kepala dingin mas..biar bludrek nya gak naik..
wuihh…minum obat tiap hari, seumur hidup?
Jan koyok di sekso tenan kuwi kang
alhamdulillah aku darung pernah kenu bludreg
aku malah sewalike kang ora tau normal, nang ngisar wae
bapake kancaku malah pas darah tinggi ketemu dokter semprul malah disuntik duwur malih ra isa nyapo2, luwih parah neh.. tanggane sing darah rendah disuntik rendah.. parah…. parah neh tanggane neh alergi didiagnosis demam wis rakaruan doktere… parah parah
>loh Kang ini kaitannya dengan apa yaa, apa karena tekanan ekonomi sekarang lebih tinggi dari dulu?? atau karena hal yang tidak diketahu penyebabnya?
Tapi kang, entah sejarah atau tidak, Gus Dur itu pernah kena mludreg hingga 4 kali tapi masih sehat saja… mungkin karena sering berpikir.. semoga saja Kang Kombor dengan banyak nulis blog dan memperhatikan Indoensia tercinta, makanya mbludregnya lewat-lewat saja.. semoga panjang umur yaa kang…
Wahh…saya darah rendah, bagaimana kalau ditambah dan dibagi dua? Lha saya tuh seringnya cuma antara 90-110 tekanannya. Dan kalau lagi kumat rasanya sama dengan penderita darah tinggi, pusing berat, dan males makan…obatnya minum teh hangat atau kopi panas manis, tapi kopi juga membuat sakit maag ku kambuh
Suami saya darah tinggi, pernah kena stroke tahun 200, sejak itu menghindari makanan digoreng dan lemak. Akibatnya seluruh keluarga terbiasa makanan yang di pepes, di rebus, dan dibakar. Ada enaknya juga, tak tergantung dengan minyak goreng yang mahal.
@Pak Dee:
Masih jalan. Insya’ Allah terus akan dijalankan.
@dr. Dani
Jadi ngambilnya dari sistole-nya ya?
@cempluk:
Jadi kalau ada masalah, kepala dimasukin air es gitu?
@simbok:
Katanya gitu. Jan trembelane tenan kok. Rabu besok suruh kontrol.
@Kang Anas:
Muga-muga ora kena bludreg, Kang. Tak dongakake kejugrugan gunung menyan wae supaya aku isa kebagian…
@Mas Anang:
Bludreg disuntik dhuwur? Doktere lulusan ngendi kuwi?
@Kang Tub:
Dulu bludreg mikirin Mbah Harto. Sekarang bludreg karena setelah Mbah Harto lengser, yang ngganti podho wae sami mawon. Halah…
Gus Dur malah sudah stroke. Saya jangan sampai ah.
Informasi hipertensinya benar adanya. Untuk menambahkan, sebagaimana saya ketahui dari Buku “Hindari Ketergantungan Obat” bahwa hipertensi juga disebabkan adanya dislokasi bagian leher secara tidak sengaja dan penurunan elastisitas, naiknya densitas bagian bahu akibat menumpuknya asam laktat, kelebihan kolesterol, trigliserit atau sisa pembakaran.
Namun penyembuhannya dengan menormalisasi proses reaksi yang terjadi dalam tubuh secara maksimal. Untuk lebih jauh, silakan kunjungi SembuhAlami.com