free blogger template with comment form under post

Jangan Malu Mencari Duit di Internet, Bercerminlah Pada Bloger Profesional

Post Page Rank

Masih malu nyari duit dari internet? Camkan pitutur saya ini:

Mencari duit di internet itu bisa menjadi sama dengan usaha mencari duit yang lain, bisa jadi haram, bisa jadi halal. Kita sendiri yang bisa merancang apakah akan mencari duit dari internet secara halal atau secara haram. Sampeyan tidak malu mencari duit dengan bekerja, menawarkan jasa atau berdagang. Lalu, kenapa Sampeyan mesti malu untuk mencari duit dari internet?

Coba bayangkan seorang professional blogger. Sebagai bloger, apa pekerjaannya? Ngeblog. Hiya benar. Dia ngeblog, siapa yang menggaji?

Professional blogger tidak punya ndoro yang menggaji dia. Sebagai professional blogger, dia bebas untuk bekerja. Apabila dia mengerjakan review, dia mengerjakan secara bebas, bisa menolak pekerjaan yang ditawarkan sebebas memilih untuk menerimanya. Program Paid To Review bisa dari SponsoredReviews, PayPerPost atau Smorty.

Professional blogger bebas membuat ruang iklan untuk blognya. Baik iklan yang ditawarkan langsung maupun iklan melalui program Text Link Ads maupun Adsense, atau program iklan yang lain.

Seorang Professional Blogger juga bebas mengikuti affiliate program. Mau dari Amazon, Clickbank, Commission Junction, dll.

Kita merasa mencari duit di internet itu malu-maluin karena kita mengira hanya recehan yang dapat kita kumpulkan dari internet. Recehan kalau kelasnya kelas Kombor. Coba kalau kelas Budi Putra, Cosa Aranda, Isnaini, atau Pogung177. Kita yang bekerja di kantor masih kalah sama mereka yang nggak punya kerjaan jelas tapi hidup lebih nyaman daripada kita.

Kita malu nyari duit dari internet karena tidak menguasai ilmunya. Coba kalau menguasai ilmunya baik secara teori maupun praktek, tentu kita tidak malu lagi. Oleh karena itu, janganlah malu untuk mencari ilmu dalam bidang ini supaya kita tidak merasa malu untuk mencari duit di internet.

Kita malu mencari duit dari internet karena, bisa jadi, kita pernah gagal dalam usaha online ini. Nggak usah malu. Mereka yang saya sebut di atas itu juga tidak ujug-ujug mendapatkan ribuan dolar dari internet. Tentu ada proses belajar dan bertumbuh. Semakin lama mereka semakin mumpuni sehingga akhirnya bisa menjadi bloger berpendapatan ribuan dolar setiap bulan. Mas Roffi mendapatkan $100 dolar pertamanya dalam waktu 6 bulan. Saya mendapatkannya dalam waktu 8 bulan. Ada yang bulan pertama sudah bisa mendapatkan $500.

Tidak usahlah malu. Kalaupun Sampeyan tidak mau, jangan ikut-ikutan mereka nyang nyinyir melihat pencari duit di internet. Mencari duit jadi penulis baik penulis buku, penulis lepas, copy writer dll. boleh jadi hampir sama dengan mereka yang mencari duit lewat internet. Bedanya, pencari duit lewat internet tidak berhubungan dengan ndoro. Mereka menjadi tuan bagi dirinya sendiri.

Jadi gimana? Masih malu?

Halah… mau gimana lagi saya memberi pitutur.

Share and Enjoy: These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • bodytext
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google

22 Comments

  1. Goen on 18.02.2008 at 12:46 (Reply)

    Saya ndak malu, kang. :P

    Sekarang udah jalan terus walau di blog utama saya ndak dipake buat nyari duit. Tapi di beberapa subdomain aja, dan terus-terus-terus belajar. :D

    Yang malu itu harusnya kalo pake cara yang ilegal… Ckckck…

  2. iman brotoseno on 18.02.2008 at 22:15 (Reply)

    nyinyir tanda tak mampu….
    Nggak ada yang salah kok dengan pilihan hidup lewat blogging.

  3. rendy on 19.02.2008 at 00:38 (Reply)

    kurang huruf G pada bloger (harusnya blogger)

  4. cosa on 19.02.2008 at 02:10 (Reply)

    rasanya kurang pas kalo disebut “malu”. Mungkin lebih cocok kalo “cari duit di internet” itu gak dianggep sebagai pekerjaan / bisnis. Yg dilihat cmn yg udah berhasil, yg “keliatannya” nyante dan kerjanya tidur2an. Padahal prosesnya ya sama aja, butuh usaha/kerja, modal, dan ilmu/pikiran. Gak beda kan dng kerja offline?

  5. ndoro kakung on 19.02.2008 at 02:36 (Reply)

    lah emang ada yang merasa malu ya? :D

  6. Luthfi on 19.02.2008 at 04:58 (Reply)

    trik pertama : gunakan url berbahasa inggris :P

  7. iorme on 19.02.2008 at 05:02 (Reply)

    bukan malu, cuma belum sukses aja kali ya

  8. MAW on 19.02.2008 at 11:53 (Reply)

    @goen:
    Di dunia offline sana justru yang pada dapat duit secara pada punya derajad tinggi. Kalau jadi pejabat, jabatannya tinggi. Kalau jadi bisnisman, bisnisnya maju…

    @iman brotoseno:
    Setuju, Mas.

    @rendy:
    Koran Tempo kalau ndak salah sudah memakai lema “bloger” bukan “blogger”. Saya sengaja memakai “bloger”, Mas.

    @cosa:
    Nyari duit di internet nggak dianggep sebagai pekerjaan? Halah, Massss…. lah wong tetangga saya di kampung yang sukses berdagang tetap saja dianggap nggak punya pekerjaan (tetap). Kerja itu katanya kalau setiap hari pergi ke tempat kerja lalu setiap bulan dapat gaji.

    Kan lebih enak brosang-brosing, ketak-ketik, ke kafe, eh… setiap bulan nyairin cek. Ya nggak?

    @ndorokakung:
    Ada ndoro. Bahkan yang mencemooh pun ada.

    @luthfi:
    Hehehe… ketahuan dehhh…

    @indrio:
    Bisa jadi juga sih…

  9. sawali tuhusetya on 19.02.2008 at 12:11 (Reply)

    wah, sekarang tularkan ilmu cari duit di internetnya dong mas arif. ndak malu juga sih, tapi emamg bener ndak ngerti ilmunya.

  10. roffi on 19.02.2008 at 16:31 (Reply)

    mungkin malu2 mau kali ya..

  11. arifr on 21.02.2008 at 21:28 (Reply)

    sakderengipun, matur suwun mas arif sudah memberi komentar di blog saya. muga2 bisa jadi profesional blogger seperti mas arif, mas budiputra dll…

  12. MAW on 22.02.2008 at 04:51 (Reply)

    @Pak Sawali:
    Nah… di blog ini, saya jadi tong kosong nyaring bunyinya. Ilmu dangkal tapi sok bagi-bagi.

    @Kang Roffi:
    Kayak gadis mau dipinang saja…

    @Arif Rahmawan:
    Wah… jangan gitu, Mas. Saya cuma bloger paruh waktu kok.

  13. [...] walau sekedar melalui teks. Tapi swear, itu menyenangkan, bikin hidup lebih hidup (bukan ngadsense lho!). Apa saya termasuk orang yang sudah keranjingan internet, sehingga  merasa kesepian ketika [...]

  14. sairin on 07.03.2008 at 09:27 (Reply)

    Saya setuju Mas, emang sudah waktunya kita masuk dunia maya sebagai sarana komunikasi termasuk sarana mencari pendapatan. Lagian ngapain juga pake malu segala, tapi bener juga kata sampean malu karena belum menguasai tehnlogi ini.
    Bagi yang ingin mencoba mengais duit gratis di internet bisa join di http://bux.to/?r=91170

  15. rian on 08.03.2008 at 05:59 (Reply)

    ikutan setuju deh… wong aku juga ngereceh diinternet. ngapain malu toh kita cuman di depan komputer,, bayangkan bila kita harus keliling meriksa tong sampah kayak pemulung,, toh mereka juga tidak malu.. kecuali jadi maling itu baru malu dan malu2in

    1. maw on 08.03.2008 at 06:47 (Reply)

      Yang dapatnya udah bukan recehan lagi tentu lebih nggak malu. Yang masih receh mungkin masih malu.

      Saya sih bodo amat.

  16. [...] salah tulisannya : Jangan Malu cari duit di Internet menunjukan saat ini Internet telah menjadi sumber penghasilan yang cukup menjanjikan bagi banyak [...]

  17. anas on 22.03.2008 at 14:22 (Reply)

    kalo saya sebenere dah pengen kang, tapi kok sulit ya buat memulai ? Ada saran ?

  18. MAW on 23.03.2008 at 07:23 (Reply)

    Saran saya, bikin blog pakai Boso Inggris lalu lamar Adsense. Itu yang paling gampang.

  19. breaksense on 29.03.2008 at 16:14 (Reply)

    betul…pakai bahasa inggris

    tp..adsense suka disable account tanpa sebab

    menyebalkannnnn

  20. sapiclix on 05.04.2008 at 16:48 (Reply)

    Silahkan kunjungi blog sapiclix, mungkin Anda tertarik untuk gabung sebagai refferal. Selain Anda mendapatkan penghasilan dari web pengumpul iklan, Anda juga berkesempatan untuk mendapatkan bonus dari sapiclix.

  21. assa jarod on 14.05.2008 at 05:15 (Reply)

    mas,saya masih belum ngerti gimana cara cari duit di internet! “ora mudeng” tp saya ingin belajar ! saya mohon kepada mas-mas untuk diberikan pencerahan lewat email saya.Tolong ya mas

Leave a comment