Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1429H

Hubungan Antara Malioboro dan Marlboro

Post Page Rank

Kang Kombor yakin seyakin-yakinnya apabila Sampeyan pernah dengar atau baca tentang Malioboro. Kang Kombor juga yakin Sampeyan tahu tentang Marlboro. Yang pertama adalah nama sebuah jalan yang sangat terkenal di Kota Yogyakarta. Yang kedua adalah merek sebuah Rokok dari Amerika. Keduanya sangat terkenal di Indonesia.

Malioboro sangat terkenal. Ia menjadi ikon kota Yogyakarta yang saya kira melebihi kemahsyuran Keraton Yogyakarta sendiri. Setiap orang yang berkunjung ke Yogyakarta Kang Kombor yakini akan berkunjung ke Maliobor tetapi belum tentu berkunjung ke Keraton. Entahlah apa yang menjadi magis penarik jiwa-jiwa manusia untuk mengunjungi Malioboro. Bicara magis, tentunya Keraton yang memilikinya, bukan Malioboro.

Malioboro adalah nama sebuah jalan di Kota Yogyakarta. Sebuah jalan yang tidak panjang. Kang Kombor rasa panjangnya tidak sampai 3 km. Jalan ini membujur dari Selatan ke Utara, menghubungkan Keraton Yogyakarta dengan Tugu. Seingat Kang Kombor ada dua jalan mulai dari Pasar Beringharjo dan Stasiun Tugu, yaitu Jalan Malioboro dan Jalan Ahmad Yani. Namun, bisa jadi oleh orang-orang, Jalan Ahmad Yani pun disebut Malioboro.

Malioboro Kang Kombor yakini dulunya merupakan pusat bisnisnya Yogyakarta. Di sepanjang jalan ini pertokoan berjajar di kedua sisinya. Gedung pertokoan bertingkat juga sudah dapat dijumpai di Malioboro sejak lama. Kantor Gubernur DIY, yang juga disebut Kepatihan, ada di jalan ini. Di ujung Selatan, ada Pasar Beringharjo. Pasar bersejarah yang berada di Kota Yogyakarta.

Malioboro sangat terkenal. Kemahsyurannya membuatnya dibuat lirik lagu. Sampeyan mungkin masih ingat (atau jangan-jangan ada yang baru tahu) tentang penggalan lagu ini:

Ada lagu yang indah di Maliobor,
Lagu indah antara Kau dan aku,
Ada sajak yang indah di Maliobor,
Sajak indah antara Kau dan aku.

Ya, Malioboro memang sangat terkenal. Akan tetapi, sampai saat ini Kang Kombor belum tahu asal usul nama Malioboro. Kata Malioboro bukan sebuah lema dari Bahasa Jawa. Boro-nya bisa berasal dari Bahasa Jawa tetapi malio bukan. Kecuali apabila malio itu sebenarnya maliha, yang berasal dari kata malih yang bisa berarti berubah (malih rupa) atau lagi (malih yang merupakan bentuk halus dari kata maneh). Dengan asas menduga secara ngawur, apabila malioboro itu berasal dari kata malihaboro yang supaya enak terus diucapkan malioboro, maka bisa diduga bahwa malioboro berasal dari lema Bahasa Jawa.

Akan tetapi, kita tentu boleh menyangkal. Ah, itu bisa-bisanya Kang Kombor saja. Malioboro itu berasal dari kata Marlborough. Yogyakarta kan dulu dijajah Belanda maka yang lebih mendekati tentunya Malioboro berasal dari Marlborough, kata dalam Bahasa Belanda yang juga nama sebuah benteng.

Sik…sik…sik. Bukankah Benteng Marlborough itu adanya di Bengkulu? Yang ada di Yogyakarta adalah Benteng Vredeburg?

Ah, mungkin yang paling benar adalah Malioboro itu berasal dari kata Marlboro. Hubungannya apa? Hubungannya jelas sekali, di Malioboro mudah ditemukan rokok Marlboro. Bayangkan saja, Malioboro dari kata malihaboro, itu hanya karangan Kang Kombor belaka. Malioboro dari kata Marlborough, seakan-akan jauh hubungannya. Akan tetapi, Rokok Marlboro di Malioboro, itu pasti adanya.

Nggak percaya? Silakan buktikan sendiri.

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google

Dilihat 12958 kali oleh 1261 pengunjung

Rekomendasi

Ingin belajar bisnis online? Anda akan dibantu step by step sampai bisa

Tags: , ,

38 Comments

  1. mascayo on 04.10.2008 at 10:24 (Reply)

    ah kang kombor nih ada-ada aja
    nanti coba saya buktikan kalo ke jogja, langsung tanya sama pedagang asongan disana,
    ” mas beli rokok malioboronya sebungkus”

  2. BLogicThink [dot] com on 04.10.2008 at 10:27 (Reply)

    saya yang dari kecil emang suka ketuker…
    jadi mulai2 percaya nih kalau keduanya punya hubungan…
    hmm… gimana ya… abstain dulu deh :)

  3. spydeeyk on 04.10.2008 at 10:42 (Reply)

    haa?, benerkah.., ntar klo jalan2 ke jogja, nanya ma si mbah dl.. :D

  4. Gun on 04.10.2008 at 10:59 (Reply)

    Konon karanta Malioboro berasal dari bahasa Sansketa yang artinya “karangan bunga”, kang. Soale dulu kalau kraton ada perayaan, pasti jalan Malioboro dipenuhi karangan bunga.

    Eh, mbuh ah. :P

  5. Anang on 04.10.2008 at 13:37 (Reply)

    ngawure pinter om, yahud ide cocok mencocokannya.

  6. izandi on 04.10.2008 at 15:03 (Reply)

    mungkin karena huruf l yang terbaca i
    hihiihi aku sok tau ah :D

  7. Keris on 04.10.2008 at 16:46 (Reply)

    Wah … Kang Kombor kayaknya abis jalan-jalan di Malioboro neh. Nitip batik di beringharjo ya Kang he .. he …

  8. Telo on 04.10.2008 at 17:54 (Reply)

    Pernah tahu sejarahnya kenapa dinamain malioboro.. tapi dah lupa.. :( coba tak inget-inget dulu..

  9. xero on 04.10.2008 at 18:33 (Reply)

    ooh begitu ya ceritanya, apa bener begitu? rada ngga percaya, tapi ya percaya *komentar orang bingung :D

  10. m4stono on 05.10.2008 at 01:18 (Reply)

    itu jalan namanya emank malioboro kang, dari dulu namanya emank itu, malioboro itu artinya cepat2 berubah dari yg jelek ke yg baik, sebenarnya dari tugu sampai keraton itu punya nama jalan msg2 yg punya arti en filosofi tersendiri, tapi aku udah lupa apa nama jalan aslinya, konon katanya nama jalan akan diubah ke aslinya bersamaan dgn malioboro akan diubah ke pedestrian ato area bebas kendaraan, tapi entah kapan bisa terwujud?..

  11. kipram on 05.10.2008 at 01:46 (Reply)

    kok yo sempet2e mikir koyo ngene, jan pancen mantep tenan kang kombor iki

  12. rizoa on 05.10.2008 at 04:21 (Reply)

    maav lahir batin iah kang…

  13. cerita.asia on 05.10.2008 at 06:48 (Reply)

    Saya ikut kang kombor aja. Soalnya jujur saya belum pernah ke malioboro satukalipun pastinya tidak tahu tentang asal usulnya… :D

  14. Nias Zalukhu on 05.10.2008 at 09:14 (Reply)

    Saya rokoknya Gudang Garam Filter International Om wkwkwkw… iya nih dulu pas ke Yogya blom sempat ke Malioboro.. jd pengen

  15. Herry on 05.10.2008 at 11:07 (Reply)

    ntah kapan bisa mampir kesana

  16. Diah on 05.10.2008 at 13:42 (Reply)

    kANG kombor Perokok ya…apa ahli seni sih. Mungkin merokok sambil bikin karya seni?? Enak kali kesana Marlboro di Amerika dan Malioboro di negara sendiri.

  17. sapimoto on 06.10.2008 at 01:27 (Reply)

    Wekekekekeke….
    Kang Kombor memang paling joss merangkai kata, sepertinya mulai tertarik juga untuk membuat site semacam wikipedia… :)

  18. Hardono on 06.10.2008 at 05:18 (Reply)

    Konon pernah ada iklan marlboro yang dibuat di malioboro tempo doeloe…. ah ada ada aja :D

  19. Anthony Harman on 06.10.2008 at 07:09 (Reply)

    Eh…, ini beneran ya kang? atao cuman guyonan

    1. Kombor on 07.10.2008 at 10:24 (Reply)

      Ini bener guyonan :)

  20. Adellia on 06.10.2008 at 08:10 (Reply)

    Kang, jangan-jangan yang punya pabrik Marlboro lairnya di Jalan Malioboro :) Duluan mana ya lahirnya Jalan Malioboro sama pabrik rokok Marlboro ?

  21. Usaha Online on 06.10.2008 at 19:41 (Reply)

    kalo hubungan Marlboro, Malioboro dan cewek seksi apa kang?

  22. Qisthon's blog DO follow on 07.10.2008 at 05:26 (Reply)

    Yang aku tahu cuman akhirannya aja.
    Maliobor
    Kombor

    Emang sama :D

  23. ontria on 07.10.2008 at 12:35 (Reply)

    wah ga mudeng kang heheeh tapi yang pasti jogja salah satu kota tujuan wisata di indonesia hehehe

  24. AHA on 08.10.2008 at 03:23 (Reply)

    ntu lyrik lagu yang nyanyi siapa kang? praktekin nyanyi dong… tu wa ga… mulai

  25. Busana Muslim on 08.10.2008 at 04:12 (Reply)

    apakah ada hubungannya dengan gubernur nya.. yg jangan2 merokok malboro ???

  26. Edi Supriyanto on 08.10.2008 at 09:07 (Reply)

    Kang kombor, malah di bali ada jalan “Marlboro!”. Pada mulanya nama jalan Teuku Umar Barat, lambat laun malah jadi nama MARLBORO. Kok bisa yah ngalahin nama pahlawan???

  27. paranormal online on 09.10.2008 at 00:04 (Reply)

    udah lama ndak ke yogya jadi kangen

  28. albri on 09.10.2008 at 12:19 (Reply)

    wkwkwkwkwkw, kok bisa gitu sih analisanya, cuma lumayan lah.

  29. attract money on 09.10.2008 at 13:04 (Reply)

    Perasaan sepanjang malioboro banyak di temukan makanan yg dipinggir jalan itu, seharusnya makanan itu juga berhubungan tuh om, jadi gmn hubungan makanan + rokok marlboro + malioboro ?

    1. kombor on 09.10.2008 at 18:46 (Reply)

      Hubungannya jelas banget. “Bar mangan neng Malioboro, nek ora udud Marlboro cangkem rasane kecut.” Artinya, habis makan di Malioboro, kalau tidak merokok Marlboro mulut rasanya asam.

      Wkwkwkwkwk…

  30. treen on 10.10.2008 at 00:35 (Reply)

    kalo maliboro apa ada hubungannya pak?

  31. edratna on 10.10.2008 at 09:18 (Reply)

    Bukannya marlboro itu miliknya Philip Morris bang, produsen rokok Amerika…Sedang marlborough adalah nama orang Belanda, yang karena sulitnya ucapan lidah Jawa…dipermudah menjadi Malioboro.

    1. kombor on 10.10.2008 at 09:28 (Reply)

      Bu Enny betul sekali. Marlboro adalah produknya Philip Morris yang juga sudah memiliki pabrik rokok Sampoerna makanya sekarang ada Marlboro kretek.

      Hehehe, tulisan di atas itu tulisan lucu-lucuan saja kok, Bu, untuk mancing yang mengerti sejarahnya Malioboro untuk menulis yang sebenarnya.

  32. Wawan on 11.10.2008 at 13:23 (Reply)

    Saya tuh ga pernah lihat lho marlboro di malioboro.. mmm mungkin krn aku ga merokok kali ya :))

  33. Meh Mid Semester on 16.10.2008 at 12:08 (Reply)

    Kang kombor ki aneh2 wae..

    Mali , obo, ro
    negara, njaluk/request, loro
    dadine rakyat Mali njaluk menang 2-0 dr zimbabwe,
    mbuh ah
    -
    mung meh meninggalkan jejak jentik….

  34. Silo on 23.10.2008 at 01:46 (Reply)

    Memang kharismanya bikin orang untuk datang..padahal barang disana yang di jual juga biasa saja menurut saya…
    Sebagai orang Jogja saya kalau kesitu paling cuman jalan-jalan doang kalau beli souvenir tempat laen. Habis mahal di situh

  35. antowi on 12.11.2008 at 07:46 (Reply)

    Aku juga gak mudeng menurut yogyes.com dari kata sanskerta yang berarti “karangan bunga” ada sumber lain yang mengatakan dari nama orang belanda Marlborough yang pernah berkuasa di Jogja.

    Terus Jl. A yani dulunya bernama Jalan MARGAMULYA. Marga=Jalan Mulya=Kaya Raya. Dinamakan semikian karena dulunya Istana negara adalah Gedung milik sinyo dan nonik berdansa-dansi(kalau nggak salah sih) lebih jelasnya coba tanya sejarah gereja Margomulya yang pas pertigaan ngejaman itu.

    Kenapa di ganti JL A Yani ya he.. he.. he.. he.. Tanyaken napa?

Leave a comment